Assalamualaikum WR. WB…
Salam Hangat, Salam Sejahtera Untuk Kita Semua.
Pada
kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah pengalaman pribadi saat berada
di desa yang sangat hebat, desa yang memiliki kekayaan sumber daya alam
terutama dalam sektor pertanian dan perkebunan, desa yang memilki penduduk yang
ramah serta hangat menyambut pendatang baru, desa yang memiliki anak-anak emas,
para generasi penerus yang hebat. tapi dibalik kekayaan dan kehebatan itu, desa
tersebut sangat minim perhatian dari pemerintah setempat untuk menunjang segala hal yang mereka miliki
tersebut. Desa yang saya maksud yakni bernama Bohulo
Saya
akan cerita sedikit mengenai desa tersebut. Desa Bohulo adalah sebuah desa baru
yakni desa hasil pemekaran yang terletak di provinsi Gorontalo, yang tepatnya
di kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara. Bohulo berasal dari bahasa daerah
Gorontalo yang berarti “buah langsat”. Tapi yang membuat saya heran desa
tersebut sama sekali tidak memiliki pohon buah langsat, sehingga pada akhirnya
membuat saya bertanya kepada rakyat setempat, mengapa desa ini dinamakan bohulo
padahal tidak memiliki Bohulo atau buah langsat. Ternyata jawaban rakyat
setempat adalah sebelum adanya pemukiman di desa ini terdapat sangat banyak
pohon buah langsat hingga pada akhirnya ditebang dan dijadikan lahan pemukiman
yang mereka tempati sampai saat ini.
Selanjutnya
kesampaian lokasi menuuju desa tersebut bisa dijangkau sekitar ± 4 jam
perjalanan menggunakan transportasi darat. Dan akses jalan menuju lokasi
lumayan bagus karena melewati jalan trans Sulawesi sehingga masih mudah diakses
oleh transportasi darat. Tetapi terkadang jika musim hujan jalan menuju kesana
sangat rawan terjadinya longsor dikarenakan curah hujan yang tinggi dan tingkat
erosi yang tinggi pula dikarenakan dikelilingi oleh lereng yang terjal.
Awal
mula pengalaman sebuah perjalanan ini berawal dari sebuah kegiatan di kampus
yakni kegiatan KKS (Kuliah Kerja Sibermas) pengabdian masyarakat. Saya bersama
rekan-rekan saya berjumlah 40 orang ditempatkan di desa tersebut. Awalnya
banyak yang mengeluh dikarenakan desa tersebut sangat jauh dikarenakan jauh
dari perkotaan tapi apa daya mau tidak mau harus diterima karena itu sudah
kebijakan dari pihak kampus. Kami ditempatkan di desa tersebut selama 45 hari
terhitung dari hari keberangkatan dari kampus menuju lokasi tersebut.
Selama
45 hari saya berada di desa tersebut saya mendapatkan sambutan hangat dari
kepala desa dan masyarakat setempat. banyak hal-hal baru, pengalaman baru,
teman-teman baru dan suasana baru yang saya dapatkan dan rasakan di desa
tersebut. Saya mengamati ada beberapa hal yang saya rasa perlu diperhatikan
ataupun dimaksimalkan oleh pemerintah setempat terutama pemerintah Provinsi
Gorontalo. Hal yang saya maksud yaitu :
· yang pertama yaitu Fasilitas
Penunjang Untuk Sekolah Dasar di desa tersebut. Mengapa saya sangat mengamati
hal ini? Karena saya meyakini bahwa sebuah pendidikan akan berkualitas jika
fasilitas penunjang juga memadai. Bagaimana anak-anak penerus akan belajar
sedangkan kelas yang mereka gunakan untuk belajar hanya terbatas dan dalam
kondisi yang tidak layak jika dibandingkan dengan ruangan kelas yang terdapat
di kota. Tapi Alhamdulillah ada 3 ruangan kelas juga yang sementara dibangun pada
saat saya berada disitu. Tapi saya sangat berharap fasilitas penunjang seperti
kelas dan hal-hal lain yang menunjang pendidikan anak bangsa haruslah di setarakan
seperti apa yang dirasakan oleh anak-anak yang berada di kota.
Tampak salah satu ruangan kelas di SD
yang berada di Desa Bohulo
- kemudian yang kedua adalah Para Tenaga Pendidik Di Sekolah Dasar. Sungguh saya sangat prihatin melihat guru yang berada di sekolah dasar tersebut, hanya beberapa orang saja. Sebagian hanya honorer dan ada juga yang pegawai negeri sipil. Setiap guru yang menjadi wali kelas terkadang merangkap mengajar seluruh mata pelajaran yang ada dalam kurikulum. Saya ingin bertanya, apakah efektif jika seorang guru merangkap semuanya di dalam kelas itu? Jawabannya ada pada diri anda sendiri apakah efektif ataukah sebaliknya.
- Dan yang terakhir yakni para aparat desa perlu ditambah personilnya dan diberikan pendidikan & pelatihan. Mengapa? Karena menurut saya segala hal yang terjadi di desa apapun itu harus melalui kepala desa dan jajarannya. Semua itu sangat penting jika ingin memajukan sebuah desa, harus memiliki orang-orang yang berkualitas yakni berpendidikan dan terlatih di bidang tersebut.
Jadi saya berharap kepada pemerintah
setempat terkhusus pemerintah kabupaten Gorontalo Utara dan pemerintah Provinsi
Gorontalo agar lebih memperhatikan hal-hal kecil seperti itu terutama dalam mengembangkan
sebuah desa baik dalam bidang pendidikan maupun apa itu.. katanya membangun
daerah mulai dari desa. saya sangat mengharapkan perhatian dari jajaran
pemerintah untuk seluruh desa terpencil yang ada di provinsi Gorontalo ini
karena di setiap desa tersebut terdapat anak-anak, putra-putri daerah yang
nantinya akan menjadi generasi penerus umtuk Provinsi Gorontalo tercinta ini.
Dulo ito Momongu Lipu…
Salam hangat dari saya dan anak-anak
desa Bohulo untuk Provinsi Gorontalo…Wassalamualaikum WR.WB..
